Sukmaku melayang
tinggalkan belenggu tubuh
melintasi ruang
perlahan naik perlahan
lega kini aku bisa terbang
setinggi awan
bercengkrama di pitaloka
seperti dewa
merindukan cinta
yang tak pernah kunjung tiba
membuatku lama resah
larut dalam do'a do'a
agar aku bisa lepas terbang, terbang
setinggi awan
lalu menukik ke bumi
mencari bidadari yang membuat luruh hati
memberi damai bumi
tumbuhkan asa cinta
Melati
Melangkah di tengah rinai gerimis
penuhi sekerat janjiku
ku ketuk pintu jati berukir
terkuak hadirlah wajahmu
berbincang tak terasa waktu telah
beranjak separuh malam
suasana temaram hanyutkan rasa
perlahan kau bersandar di bahu
ke belai lembut rambutmu
matamu terpejam
bibirmu merekah mengharap
maafkan kekasih ku harus pergi
tak mungkin melangkah jauh
melati putihmu biarkan utuh
ku petik saatnya nanti
melati, melati
tetaplah dirimu harum mewangi
melati, melati
malaikat tiupkan anggun lestari
Erika, terkutuklah aku
jika ada pilu di atas pilu
bagiku adalah saat susuri kota Bandung
selalu saja rasaku mengecut
mengenang dirimu
kapan ini kan berakhir
mungkin ini yang dinamakan takdir
menghujam menggurat
tanpa ku sempat memilih
selalu saja asaku nan getir
mengenang hadirmu
dalam labirin kotamu
Erika terkutuklah aku
Erika sungguh ku telah buta
menilaimu tak berarti
membiarkanmu pergi dari
hari hidupku
hujan deras di Dago
hujan menyapu hidupku
pada pohon kutitipkan kenangan
pada kota tiada dendam
pada waktu, aku ingin menghilang
bagiku adalah saat susuri kota Bandung
selalu saja rasaku mengecut
mengenang dirimu
kapan ini kan berakhir
mungkin ini yang dinamakan takdir
menghujam menggurat
tanpa ku sempat memilih
selalu saja asaku nan getir
mengenang hadirmu
dalam labirin kotamu
Erika terkutuklah aku
Erika sungguh ku telah buta
menilaimu tak berarti
membiarkanmu pergi dari
hari hidupku
hujan deras di Dago
hujan menyapu hidupku
pada pohon kutitipkan kenangan
pada kota tiada dendam
pada waktu, aku ingin menghilang
Teman Sejati
Teman sejati
datang dari sanubari
seperti air jelajahi bumi
tumbuhkan pohon lagi
Cinta sejati
lahir dari lubuk hati
bagai mentari
lembut menyapa usai badai pergi
sentuhanmu
perhatianmu
meresap dalam hatiku
air mata tak tertahankan
melepas kepergianmu
dunia tak kan sama lagi
disana entah onak atau lazuardi
datanglah pada ibu peri
berlarilah menembus hujan meraih mimpi
menarilah menggapai langit memetik bintang
datang dari sanubari
seperti air jelajahi bumi
tumbuhkan pohon lagi
Cinta sejati
lahir dari lubuk hati
bagai mentari
lembut menyapa usai badai pergi
sentuhanmu
perhatianmu
meresap dalam hatiku
air mata tak tertahankan
melepas kepergianmu
dunia tak kan sama lagi
disana entah onak atau lazuardi
datanglah pada ibu peri
berlarilah menembus hujan meraih mimpi
menarilah menggapai langit memetik bintang
Angkuh
Tangis yang menetes
basahi pipimu
tak kan mampu menghapuskan
cintaku yang telah pudar
pudar terkikis angkuhmu
angkuh
angkuhmu itu
berulang kali kasih
ku ingatkan padamu
keangkuhan kan merampas
keutuhan cinta kita
kini terbuktilah sudah
Tak pantas dipertahankan
ini bukan cinta sejati
tak layak diperjuangkan
ini hanya menyiksa diri
cinta yang tulus
dan sentuhan yang menghangatkan jiwa
pastilah tumbuh dari kerendahan hati
maka tak mungkin kita bertahan
bila kau tak kunjung henti
memandang tinggi siapa dirimu
memperlakukanku tak lebih dari
teman kencan
basahi pipimu
tak kan mampu menghapuskan
cintaku yang telah pudar
pudar terkikis angkuhmu
angkuh
angkuhmu itu
berulang kali kasih
ku ingatkan padamu
keangkuhan kan merampas
keutuhan cinta kita
kini terbuktilah sudah
Tak pantas dipertahankan
ini bukan cinta sejati
tak layak diperjuangkan
ini hanya menyiksa diri
cinta yang tulus
dan sentuhan yang menghangatkan jiwa
pastilah tumbuh dari kerendahan hati
maka tak mungkin kita bertahan
bila kau tak kunjung henti
memandang tinggi siapa dirimu
memperlakukanku tak lebih dari
teman kencan
Tiada Lagi Kenangan
Berjalan berdua
diantara rintik
ku pegang payung
kau dekap aku
lalu kau berkata :
tunggulah aku, saat bunga bunga merekah ku kan kembali
rintik ini
di taman ini
setia ku menanti
kau tak pernah kembali
daun daun berguguran
langit gelap
badai menderu menyapu
ku terhempas
tiada lagi kenangan
tak kan lagi ada kenangan
mekar bunga nan indah
telah tumbuh di lain ladang
diantara rintik
ku pegang payung
kau dekap aku
lalu kau berkata :
tunggulah aku, saat bunga bunga merekah ku kan kembali
rintik ini
di taman ini
setia ku menanti
kau tak pernah kembali
daun daun berguguran
langit gelap
badai menderu menyapu
ku terhempas
tiada lagi kenangan
tak kan lagi ada kenangan
mekar bunga nan indah
telah tumbuh di lain ladang
Angin, dengarlah janjiku
Adakah lagi yang lebih indah
nikmati malam beratapkan langit
menari di tepi api unggun
kehangatan meresap
ku bisikkan kata.....
cintaku tak sebatas malam ini
ku cintai kau selamanya....
malam, jadilah saksi bisuku
bulan, tulislah dalam indahmu
bintang, terangi dengan cahayamu
angin, dengarlah janjiku
menetes air matamu
tersedu di pelukku
It's a Halloween
Di rumahku
banyak hantu
mengerubuti aku
aduh, mencekik
dia membunuhku!
kini aku jadi salah satu mereka
drakula menghisap darahku
zombie mencabik cabik tubuhku
tuk dijadikan persembahan
bagi para arwah, di malam itu........
It's a Halloween
pesta hantu
orang berkostum seperti hantu
It's a Halloween
seram tapi lucu
pilih kekasih hantumu
tuk dibawa pulang
Oh, hantuku
datanglah kemari
biarkanlah
kupeluk dirimu
banyak hantu
mengerubuti aku
aduh, mencekik
dia membunuhku!
kini aku jadi salah satu mereka
drakula menghisap darahku
zombie mencabik cabik tubuhku
tuk dijadikan persembahan
bagi para arwah, di malam itu........
It's a Halloween
pesta hantu
orang berkostum seperti hantu
It's a Halloween
seram tapi lucu
pilih kekasih hantumu
tuk dibawa pulang
Oh, hantuku
datanglah kemari
biarkanlah
kupeluk dirimu
Dewi
Semilir angin tropis belai gemintang langit
percikan ombak hangatkan pasir pantai ini
membawa ku kembali kenangan di sudut hati
ketika kau sungguh hadir di sini
di sini di ujung malam cantik memikat nurani
Oh indahnya, Dewi
tiada cela
tanpa noda
Sesungguhnya aku masih punya rasa cinta
diantara puing puing asa yang tersisa
di dasar psikologisku, sejumput rindu masih terjaga
tak lekang di telan lalunya waktu
ku bayangkan wajahmu di sela rasi bintang bintang
ku teriakkan, Putri
namamu di sini
walau sia sia
Dan malam semakin jauh, hatiku mulai mengeluh
sebab imaji tentangmu membuatku yang sepi
bertambah sepi
tak terasa, fajar di cakrawala
sang pagi mulai merekah
ku berjalan tinggalkan semua ini
tegak berdiri
menyongsong hari
aku berdiri
menyongsong hari
percikan ombak hangatkan pasir pantai ini
membawa ku kembali kenangan di sudut hati
ketika kau sungguh hadir di sini
di sini di ujung malam cantik memikat nurani
Oh indahnya, Dewi
tiada cela
tanpa noda
Sesungguhnya aku masih punya rasa cinta
diantara puing puing asa yang tersisa
di dasar psikologisku, sejumput rindu masih terjaga
tak lekang di telan lalunya waktu
ku bayangkan wajahmu di sela rasi bintang bintang
ku teriakkan, Putri
namamu di sini
walau sia sia
Dan malam semakin jauh, hatiku mulai mengeluh
sebab imaji tentangmu membuatku yang sepi
bertambah sepi
tak terasa, fajar di cakrawala
sang pagi mulai merekah
ku berjalan tinggalkan semua ini
tegak berdiri
menyongsong hari
aku berdiri
menyongsong hari
Skeptis
kau berdiri bimbang di simpang jalan
sungguh aku tak mengerti
apa yang terbetik dalam hatimu
tak cukupkah waktu bagimu
untuk menilai siapa diriku
apa lagi harus ku buktikan
tiada kata ku sembunyikan
letih, kini aku letih
hatiku merintih menahan perih
sungguh aku telah gigih
apapun ku raih demi kekasih
tak cukupkah waktu bagimu
untuk menilai siapa diriku
apa lagi harus ku buktikan
tiada kata ku sembunyikan
berikan segenap cintamu
ku berikan seluruh hidupku
jangan kau berpaling dariku
ku akan setia padamu
untukmu
cintamu
Aku
Harus kemana
hilangkan gelisahkuorang sekitarku
hanya menambah luka dan pilu
di mana surga itu berada
atau mungkin tak kan pernah ada
harus ke mana
bila nurani serasa mati
masih pantaskah
jiwa berdiri jalani hari
di mana surga itu berada
atau mungkin tak kan pernah ada
Aku, merindukan damai di hati
seperti, pulau tak berpenghuni
bisu, sendiri
tak ada celoteh yang mengusik hati
bisu, sendiri
tak ada iri, tak ada cemburu
bisu, dan sendiri
Langganan:
Komentar (Atom)
